Anggaran Alokasi 51 Desa di Magetan Rawan Disalahgunakan

Magetan – Kejari Magetan menemukan 51 desa rawan terjadi penyalahgunaan Anggaran Alokasi Desa (ADD). 51 Desa itu tersebar di empat kecamatan yang terkategori masih lemah dalam pengelolaan keuangan.

“Ada empat kecamatan yang kita kategorikan masih lemah sistem pengelolaan keuangannya. Maka dari itu kita rutin untuk melakukan sambang desa,” terang Kajari Magetan Atang Pujianto kepada detikcom di kantornya, Jumat (28/6/2019).

Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Parang, Kawedanan, Poncol, dan Lembean. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan oleh perangkat desa utamanya bendahara desa, lanjut Atang, sangat rawan dalam pelanggaran hukum.

“Kategori lemah itu ada temuan terkait dengab pertanggungjawaban pengelolaan keuangan, anggaran, ada kelainan, kurang pahamnya bendahara,” katanya.

Diungkapkan Atang, kelemahan pengelolaan keuangan para perangkat desa itu diketahui saat tim Kejari Magetan rutin mengadakan sambang desa. Dalam sambang desa itu pihak pejabat kejaksaan ingin membetulkan pengelola keuangan yang belum benar.

“Hasil sambang desa ditemukan ternyata banyak perangkat desa yang masih lemah pengelolaan keuangannya. Baik dari sisi administrasi maupun pertanggungjawabannya. Karena sistim sambang desa itu yakni kita datang dan mereka (pengelola keuangan desa) membawa berkas pertanggungjawaban. Nah dari situ ditemukan kondisi perangkat desa utamanya pengelolaan keuangan belum menguasai dan perlu pembenahan akhirnya diadakannya,” ungkapnya.

Atang mengatakan, terkait masih lemahnya pengelola keuangan di tingkat desa, para perangkat desa mengusulkan bupati untuk mengadakan bimtek. Bimtek pengelolan keuangan diikuti oleh seluruh kepada desa di Magetan untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

“Kita sudah sarankan kepada bupati agar diadakan peningkatan SDM. Hasil uji petik dari empat kecamatan tersebut akhirnya mendasari saran kepada pemda untuk meningkatkan kualitas SDM terutama perangkat pengelola keuangan desa. Banyak teman-teman perangkat yang belum paham. Karena setiap tahun berubah-ubah kebijakan dan itu juga permintaan dari mereka. Jadi ditemukan kondisi perangkat desa utamanya pengelolaan keuangan belum menguasai itu dan perlu pembenahan akhirnya diadakannya bimtek untuk pencegahan kesalahan, yang salah dibetulkan,” ungkapnya.

Data yang dihimpun detikcom dari 51 desa di empat kecamatan yang masih lemah dalam pengelolaan keuangan itu adalah Kecamatan Kawedanan 20 desa. Kecamatan Lembeyan 10 desa, Kecamatan Parang 13 desa, dan kecamatan Poncol 8 desa.

Berikut daftar 51 desa di empat kecamatan di Kabupaten Magetan, yang masih lemah dalam hal pengelolaan keuangan,

1. Kecamatan Kawedanan ada 20 desa yakni Desa Balerejo,Bogem, Garon, Genengan, Giripurno, Giripurno, Karangrejo, Kawedanan, Mangunrejo, Mojorejo, Ngadirejo, Ngentep, Ngunut, Pojok, Rejosari, Sampung, Selorejo, Sugihrejo, Tladan, Tulung.

2. Kecamatan Lambeyan 10 desa yakni
Desa Dukuh, Kediren, Kedungpanji, Krowe, Lembeyan Kulon, Lembeyan Wetan, Nguri, Pupus, Tapen Tunggur.

3. Kecamatan Parang ada 13 desa yakni Desa Bungkuk, Joketro, Krajan, Mategal, Ngaglik, Nglopang, Ngunut, Parang, Pragak, Sayutan, Sundul, Tamanarum, Trosono.

4. Kecamatan Poncol ada 8 desa yakni Desa Alastuwo, Cileng, Genilangit, Gonggang, Janggan, Plangkrongan , Poncol, Sombo.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Anggaran Alokasi 51 Desa di Magetan Rawan Disalahgunakan"